Assalaamualaikum
kumpulan Skripsi, Tesis, Disertasi, Penelitian Tindakan Kelas, Makalah, MP3, Perangkat Pembelajaran, serta Ebook ini Hanya sebagai Referensi, bukan untuk di Jiplak atau di Contek, Segala Akibat yang ditimbulkan dari penyalahgunaan di luar tanggung jawab Kami..
Jika anda berminat dengan referensi yang ada pada kami silahkan kirim email ke pusatilmiah@gmail.com, jika ingin lebih cepat ditanggapi silahkan hubungi 085793453975
terima kasih
wassalamualaikum
Legal Warning
DEMI KEPENTINGAN AKADEMIS, DIGITAL LIBRARY MEMPUBLISH KARYA CIVITAS AKADEMIKA. BAGI ANDA YANG MENGUTIP ISI DARI HASIL PENELUSURAN MEDIA INI, HARAP CANTUMKAN SEBAGAI SITASI PADA KARYA ANDA.
DIGITAL LIBRARY TIDAK MENANGGUNG SEGALA BENTUK TUNTUTAN HUKUM YANG TIMBUL ATAS PELANGGARAN HAK CIPTA MELALUI MEDIA INI. (KEPENTINGAN DI LUAR AKADEMIS MENJADI TANGGUNGJAWAB YANG BERSANGKUTAN)
Kamis, 20 Maret 2014
Minggu, 16 Februari 2014
Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Return Saham di Bursa Efek Indonesia Periode 2005- 2007 ( Studi Pada Perusahaan Yang Masuk Kategori Indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia)
Investor yang melakukan investasi pada perusahaan tentu telah
menganalisis bentuk kondisi perusahaan. Salah satu cara untuk mengetahui
kondisi perusahaan tersebut para investor dapat melihat dari kinerja keuangan
perusahaan, investor dapat mengetahui besarnya rasio keuangan yang
berhubungan dengan tingkat return saham yang akan diterima oleh investor.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap
return saham pada perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Alat uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier
Berganda ( Multiple Regresion ) untuk menguji pengaruh independen
variabel terhadap dependen variabel. Uji F digunakan untuk menguji apakah
semua variabel yang digunakan dalam peneltian ini secara simultan mempunyai
pengaruh yang signifikan, sedangkan uji t digunakan untuk menguji apakah secara
parsial variabel-variabel yang digunakan mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap return saham perusahaan.
Dalam penelitian ini digunakan tiga variabel sebagai indikator kinerja
keuangan, ketiga rasio tersebut adalah PER,ROE,EPS. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa variabel EPS secara simultan mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap return saham, secara parsial menunjukkan bahwa hanya
variabel EPS yang mempunyai pengaruh signifikan ( dengan tingkat derajat
signifikan 5 % ) terhadap return saham, sedangkan variabel PER,ROE tidak
berpengaruh signifikan terhadap return saham
menganalisis bentuk kondisi perusahaan. Salah satu cara untuk mengetahui
kondisi perusahaan tersebut para investor dapat melihat dari kinerja keuangan
perusahaan, investor dapat mengetahui besarnya rasio keuangan yang
berhubungan dengan tingkat return saham yang akan diterima oleh investor.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap
return saham pada perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Alat uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier
Berganda ( Multiple Regresion ) untuk menguji pengaruh independen
variabel terhadap dependen variabel. Uji F digunakan untuk menguji apakah
semua variabel yang digunakan dalam peneltian ini secara simultan mempunyai
pengaruh yang signifikan, sedangkan uji t digunakan untuk menguji apakah secara
parsial variabel-variabel yang digunakan mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap return saham perusahaan.
Dalam penelitian ini digunakan tiga variabel sebagai indikator kinerja
keuangan, ketiga rasio tersebut adalah PER,ROE,EPS. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa variabel EPS secara simultan mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap return saham, secara parsial menunjukkan bahwa hanya
variabel EPS yang mempunyai pengaruh signifikan ( dengan tingkat derajat
signifikan 5 % ) terhadap return saham, sedangkan variabel PER,ROE tidak
berpengaruh signifikan terhadap return saham
Pengaruh Personal Selling Terhadap Keputusan Pembelian Produk Tianshi (Survei pada Tianshi Group Stokis
Saat ini dunia bisnis menghadapi era baru persaingan yang sangat ketat.
Misalnya dalam industri perdagangan, ketatnya suatu persaingan menuntut
perusahaan untuk lebih aktif dalam mempromosikan produknya. Dengan
menerapkan strategi atau metode pemasaran yang tepat, para pelaku bisnis harus
lebih siap dalam menghadapi era tersebut. Terlebih lagi dalam era globalisasi ini,
akan muncul suatu fenomena baru yaitu global consumer (konsumen global),
akibatnya perusahaan harus meningkatkan daya saing untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya melalui berbagai perbaikan, baik dalam hal harga,
promosi, kualitas produk, distribusi, strategi penjualan maupun pelayanan.
Mewakili perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan,
dalam hal promosi personal selling merupakan metode atau strategi promosi yang
tepat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam menghadapi era globalisasi ini.
Dalam melakukan pembelian, seorang konsumen akan melalui beberapa tahap
proses keputusan pembelian yang terdiri atas pengenalan masalah, pencarian
informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku setelah
pembelian. Dengan personal selling terdapat pengaruh secara langsung yang
timbul dalam pertemuan tatap muka antara penjual dan pembeli, dimana terdapat
pengkomunikasian faktor yang diperlukan untuk mempengaruhi keputusan
pembelian atau menggunakan faktor psikologis dalam rangka membujuk dan
memberikan keberanian pada waktu pembuatan keputusan pembelian dengan
tujuan agar terjadi transaksi penjualan, (Assauri, 2004:278).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Personal Selling
Terhadap Keputusan Pembelian Produk Tianshi Group. Jenis penilitian ini adalah
explanatory research dengan menggunakan pendekatan survey. Pengambilan
sampel menggunakan sampel acak sederhana dengan jumlah responden 66 orang
yang diperoleh dari rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dengan
menggunakan teknik wawancara, kuesioner dan dokumentasi Alat analisis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan uji t dan uji
F.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,6% variabel keputusan pembelian
dipengaruhi oleh variabel bebasnya, yaitu pendekatan (X1), presentasi (X2),
menangani keberatan (X3), menutup penjualan (X4). Sedangkan sisanya 39,4%
variabel keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel-variabel yang lain yang
tidak dibahas dalam penelitian ini. Hasil analisis uji t (parsial) dan uji F
(Simultan) menunjukkan bahwa semua variabel personal seliing pendekatan (X1),
presentasi (X2), menangani keberatan (X3), menutup penjualan (X4) berpengaruh
signifikan terhadap keputusan pembelian produk Tianshi
Misalnya dalam industri perdagangan, ketatnya suatu persaingan menuntut
perusahaan untuk lebih aktif dalam mempromosikan produknya. Dengan
menerapkan strategi atau metode pemasaran yang tepat, para pelaku bisnis harus
lebih siap dalam menghadapi era tersebut. Terlebih lagi dalam era globalisasi ini,
akan muncul suatu fenomena baru yaitu global consumer (konsumen global),
akibatnya perusahaan harus meningkatkan daya saing untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya melalui berbagai perbaikan, baik dalam hal harga,
promosi, kualitas produk, distribusi, strategi penjualan maupun pelayanan.
Mewakili perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan,
dalam hal promosi personal selling merupakan metode atau strategi promosi yang
tepat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam menghadapi era globalisasi ini.
Dalam melakukan pembelian, seorang konsumen akan melalui beberapa tahap
proses keputusan pembelian yang terdiri atas pengenalan masalah, pencarian
informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku setelah
pembelian. Dengan personal selling terdapat pengaruh secara langsung yang
timbul dalam pertemuan tatap muka antara penjual dan pembeli, dimana terdapat
pengkomunikasian faktor yang diperlukan untuk mempengaruhi keputusan
pembelian atau menggunakan faktor psikologis dalam rangka membujuk dan
memberikan keberanian pada waktu pembuatan keputusan pembelian dengan
tujuan agar terjadi transaksi penjualan, (Assauri, 2004:278).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Personal Selling
Terhadap Keputusan Pembelian Produk Tianshi Group. Jenis penilitian ini adalah
explanatory research dengan menggunakan pendekatan survey. Pengambilan
sampel menggunakan sampel acak sederhana dengan jumlah responden 66 orang
yang diperoleh dari rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dengan
menggunakan teknik wawancara, kuesioner dan dokumentasi Alat analisis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan uji t dan uji
F.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,6% variabel keputusan pembelian
dipengaruhi oleh variabel bebasnya, yaitu pendekatan (X1), presentasi (X2),
menangani keberatan (X3), menutup penjualan (X4). Sedangkan sisanya 39,4%
variabel keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel-variabel yang lain yang
tidak dibahas dalam penelitian ini. Hasil analisis uji t (parsial) dan uji F
(Simultan) menunjukkan bahwa semua variabel personal seliing pendekatan (X1),
presentasi (X2), menangani keberatan (X3), menutup penjualan (X4) berpengaruh
signifikan terhadap keputusan pembelian produk Tianshi
Pengaruh Variabel Makro Terhadap Antisipasi Resiko Kebangkrutan Dengan Analisis Altman Z-Score (Studi Pada Perusahaan Pertambangan Batu Bara PT. Bumi Resources Tbk Periode 1999-2008)
Variabel Makro ekonomi merupakan faktor yang berada diluar
perusahaan, sehingga mempunyai pengaruh terhadap kenaikan atau penurunan
kinerja keuangan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan melihat kondisi makro ekonomi banyak sekali kemungkinan buruk yang
di alami oleh perusahaan-perusahaan baik yang di Indonesia maupun yang di luar
Indonesia. Hal-hal terburuk itu bisa berujung pada kebangkrutan sebuah
perusahaan yang tidak dapat menegendalikan atau mengantisipasi pengaruh dari
sektor ekonomi dan sektor politik yang saat ini terjadi. Kebangkrutan (bankrupty)
biasanya diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menjalankan operasi
perusahaan untuk menghasilkan laba. Penelitian ini bertujuan (1) untuk
mengetahui kinerja keuangan PT. Bumi Resources Tbk, (2) untuk Menganalisis
rasio-rasio keuangan yang digunakan untuk membedakan PT. Bumi Resources
Tbk termasuk pada kelompok perusahaan bangkrut atau tidak bangkrut, (3)
Menganalisis pengaruh variabel makro terhadap antisipasi resiko kebangkrutan
pada PT. Bumi Resources Tbk, dan (4) Menganalisis variabel makro yang
berpengaruh dominan terhadap antisipasi resiko kebangkrutan pada PT. Bumi
Resources Tbk.
Penelitian ini berjenis kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus
pada perusahaan pertambangan batu bara PT. Bumi Resources Tbk dengan
menggunakan data sekunder dan teknik pengumpulan datanya dengan
dokumentasi. Model analisis data yang digunakan yaitu (1) Menghitung rasiorasio
keuangan, (2) Menganalisis dengan metode Altman Z-Score, (3)
Menganalisis pengaruh variabel makro dengan kebangkrutan, (4) Melakukan uji
asumsi klasik yaitu Autokorelasi, Multikonieritas, Heteroskedastisitas, dan
Normalitas, (5) Melakukan uji hipotesis yaitu uji F dan uji t.
Dari hasil analisis (1) Pada tahun 1999 sampai tahun 2000 kinerja
keuangan mengalami peningkatan sebesar 48%. Pada tahun 2003 sampai tahun
2008 kinerja keuangan mulai mengalami peningkatan yang cukup baik. (2)
pertambangan batu bara pada tahun 1999 sampai tahun 2000 mengalami posisi
ambang bangkrut. Sedangkan pada tahun 2001 sampai tahun 2002 mengalami
kebangkrutan. pada tahun 2003-2008 dalam keadaan yang sehat atau tidak
bangkrut. (3) Berdasarkan hasil uji F didapat nilai Fhitung sebesar 6,771 lebih besar
dari Ftabel sebesar 6,256 dengan probabilitas 0,044. Hasil tersebut membuktikan
bahwa variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap antisipasi resiko
kebangkrutan PT. Bumi Resources Tbk. (4) Berdasarkan hasil penelitian diatas
dapat diketahui bahwa dari kelima variabel makro terdapat satu variabel makro
yang berpengaruh dominan terhadap antisipasi resiko kebangkrutan yaitu Tingkat
Suku Bunga SBI. Dengan nilai probabilitasnya 0,03 hampir mendekati 0,05
perusahaan, sehingga mempunyai pengaruh terhadap kenaikan atau penurunan
kinerja keuangan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan melihat kondisi makro ekonomi banyak sekali kemungkinan buruk yang
di alami oleh perusahaan-perusahaan baik yang di Indonesia maupun yang di luar
Indonesia. Hal-hal terburuk itu bisa berujung pada kebangkrutan sebuah
perusahaan yang tidak dapat menegendalikan atau mengantisipasi pengaruh dari
sektor ekonomi dan sektor politik yang saat ini terjadi. Kebangkrutan (bankrupty)
biasanya diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menjalankan operasi
perusahaan untuk menghasilkan laba. Penelitian ini bertujuan (1) untuk
mengetahui kinerja keuangan PT. Bumi Resources Tbk, (2) untuk Menganalisis
rasio-rasio keuangan yang digunakan untuk membedakan PT. Bumi Resources
Tbk termasuk pada kelompok perusahaan bangkrut atau tidak bangkrut, (3)
Menganalisis pengaruh variabel makro terhadap antisipasi resiko kebangkrutan
pada PT. Bumi Resources Tbk, dan (4) Menganalisis variabel makro yang
berpengaruh dominan terhadap antisipasi resiko kebangkrutan pada PT. Bumi
Resources Tbk.
Penelitian ini berjenis kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus
pada perusahaan pertambangan batu bara PT. Bumi Resources Tbk dengan
menggunakan data sekunder dan teknik pengumpulan datanya dengan
dokumentasi. Model analisis data yang digunakan yaitu (1) Menghitung rasiorasio
keuangan, (2) Menganalisis dengan metode Altman Z-Score, (3)
Menganalisis pengaruh variabel makro dengan kebangkrutan, (4) Melakukan uji
asumsi klasik yaitu Autokorelasi, Multikonieritas, Heteroskedastisitas, dan
Normalitas, (5) Melakukan uji hipotesis yaitu uji F dan uji t.
Dari hasil analisis (1) Pada tahun 1999 sampai tahun 2000 kinerja
keuangan mengalami peningkatan sebesar 48%. Pada tahun 2003 sampai tahun
2008 kinerja keuangan mulai mengalami peningkatan yang cukup baik. (2)
pertambangan batu bara pada tahun 1999 sampai tahun 2000 mengalami posisi
ambang bangkrut. Sedangkan pada tahun 2001 sampai tahun 2002 mengalami
kebangkrutan. pada tahun 2003-2008 dalam keadaan yang sehat atau tidak
bangkrut. (3) Berdasarkan hasil uji F didapat nilai Fhitung sebesar 6,771 lebih besar
dari Ftabel sebesar 6,256 dengan probabilitas 0,044. Hasil tersebut membuktikan
bahwa variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap antisipasi resiko
kebangkrutan PT. Bumi Resources Tbk. (4) Berdasarkan hasil penelitian diatas
dapat diketahui bahwa dari kelima variabel makro terdapat satu variabel makro
yang berpengaruh dominan terhadap antisipasi resiko kebangkrutan yaitu Tingkat
Suku Bunga SBI. Dengan nilai probabilitasnya 0,03 hampir mendekati 0,05
Analisis Variabel-variabel Yang Mempengaruhi Likuiditas Perbankan Periode 2004-2008 (Studi Pada Bursa Efek Indonesia)
Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban yang harus segera dibayar, Kewajiban tersebut sering diartikan sebagai
hutang. Sesuai dengan peraturam Bank Indonesia aspek likuiditas merupakan
bagian dari indikator penilaiaan kesehatan bank. Salah satu faktor yang akan
mempengaruhi likuiditas ialah akan tercermin pada kegiatan operasional bank
diantaranya menghimpun dana dan penempatan dana yaitu giro, deposito,
tabungan, tabungan, kredit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
himpunan dana dari masyarakat dan penempatan dana masyarakat dalam hal ini
adalah giro, deposito, tabungan dan kredit terhadap likuiditas pada perbankan
periode 2004-2008 di bursaefek Indonesia baik secara simultan ataupun parsial,
serta untuk mengetahui variabel yang dominan terhadap likuiditas perbankan.
Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan
pendekatan yang digunakan adalah studi kasus, Pengujian penelitian ini dilakukan
menggunakan regresi linier berganda, serta mempertimbangkan asumsi klasik
yaitu: multikolinieritas, heteroskedastisitas dan normalitas.
Dari hasil analisis secara simultan dengan level of significant 5% variabel giro,
deposito, tabungan, kredit mempengaruhi secara signifikan terhadap likuiditas
perbankan. Dalam penelitian ini kontribusi variabel giro, deposito, tabungan,
kredit didalam perubahan tingkat likuiditas perbankan sebesar 40,1 % dan sisanya
sebesar 59,9 % dipengaruhi oleh indikator lain yang tidak diteliti. Dan secara
parsial dengan level of significant 5% variabel giro, deposito, tabungan, kredit
mempengaruhi secara signifikan terhadap likuiditas perbankan. Adapun variabel
yang dominan mempengaruhi likuiditas perbankan adalah variabel kredit, hal ini
ditunjukkan oleh nikai koefesien beta sebesar0,395
kewajiban yang harus segera dibayar, Kewajiban tersebut sering diartikan sebagai
hutang. Sesuai dengan peraturam Bank Indonesia aspek likuiditas merupakan
bagian dari indikator penilaiaan kesehatan bank. Salah satu faktor yang akan
mempengaruhi likuiditas ialah akan tercermin pada kegiatan operasional bank
diantaranya menghimpun dana dan penempatan dana yaitu giro, deposito,
tabungan, tabungan, kredit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
himpunan dana dari masyarakat dan penempatan dana masyarakat dalam hal ini
adalah giro, deposito, tabungan dan kredit terhadap likuiditas pada perbankan
periode 2004-2008 di bursaefek Indonesia baik secara simultan ataupun parsial,
serta untuk mengetahui variabel yang dominan terhadap likuiditas perbankan.
Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan
pendekatan yang digunakan adalah studi kasus, Pengujian penelitian ini dilakukan
menggunakan regresi linier berganda, serta mempertimbangkan asumsi klasik
yaitu: multikolinieritas, heteroskedastisitas dan normalitas.
Dari hasil analisis secara simultan dengan level of significant 5% variabel giro,
deposito, tabungan, kredit mempengaruhi secara signifikan terhadap likuiditas
perbankan. Dalam penelitian ini kontribusi variabel giro, deposito, tabungan,
kredit didalam perubahan tingkat likuiditas perbankan sebesar 40,1 % dan sisanya
sebesar 59,9 % dipengaruhi oleh indikator lain yang tidak diteliti. Dan secara
parsial dengan level of significant 5% variabel giro, deposito, tabungan, kredit
mempengaruhi secara signifikan terhadap likuiditas perbankan. Adapun variabel
yang dominan mempengaruhi likuiditas perbankan adalah variabel kredit, hal ini
ditunjukkan oleh nikai koefesien beta sebesar0,395
Hubungan Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Pasar TerhadapProfitabilitas Industri Kerajinan Bubut Kayu di
Era Globalisasi dan liberalisasi ekonomi mengakibatkan pembaharuan
yang sangat cepat dan luas pada perekonomian dalam Negeri dan internasional. Di
sektor industri persaingan sangat ketat, supaya mampu bersaing dan menjadi
motor penggerak perekonomian dimasa depan, maka sektor industri harus
memiliki daya saing yang tinggi. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
berdampak pada indutri besar maupun kecil. Kenaikan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) berpengaruh terhadap berbagai aspek, misalnya naiknya biaya
transportasi, biaya produksi, gaji pegawai dan sebagainya. Pasar sangat
berpengaruh terhadap profitabilitas industri kerajinan bubut kayu. Turunnya daya
beli masyarakat mengakibatkan tidak terserapnya semua hasil produksi
perusahaan sehingga secara keseluruhan akan menurunkan penjualan yang pada
akhirnya juga akan menurunkan laba perusahaan.
Penelitian ini dilakukan pada industri kerajinan bubut kayu di Blitar yang
mana dalam proses produksi menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yaitu
solar dan bensin dengan sampel berjumlah 30 industri kerajinan bubut kayu.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang mana terbagi dalam tiga
variabel yaitu variabel harga Bahan Bakar Minyak (BBM) (X1), pasar (X2), dan
variabel provitabilitas (Y). Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode
analisis korelasi berganda.
Dari pengujian yang telah dilakukan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) dan pasar mempunyai hubungan negative. Dengan nilai korelasi 1,000
pada variabel harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan -0,51 pada variabel pasar.
Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa apabila harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) mengalami kenaikan maka permintaan pasar akan mengalami penurunan
sehingga berpengaruh terhadap profitabilitas kerajinan bubut kayu di Blitar
yang sangat cepat dan luas pada perekonomian dalam Negeri dan internasional. Di
sektor industri persaingan sangat ketat, supaya mampu bersaing dan menjadi
motor penggerak perekonomian dimasa depan, maka sektor industri harus
memiliki daya saing yang tinggi. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
berdampak pada indutri besar maupun kecil. Kenaikan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) berpengaruh terhadap berbagai aspek, misalnya naiknya biaya
transportasi, biaya produksi, gaji pegawai dan sebagainya. Pasar sangat
berpengaruh terhadap profitabilitas industri kerajinan bubut kayu. Turunnya daya
beli masyarakat mengakibatkan tidak terserapnya semua hasil produksi
perusahaan sehingga secara keseluruhan akan menurunkan penjualan yang pada
akhirnya juga akan menurunkan laba perusahaan.
Penelitian ini dilakukan pada industri kerajinan bubut kayu di Blitar yang
mana dalam proses produksi menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yaitu
solar dan bensin dengan sampel berjumlah 30 industri kerajinan bubut kayu.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang mana terbagi dalam tiga
variabel yaitu variabel harga Bahan Bakar Minyak (BBM) (X1), pasar (X2), dan
variabel provitabilitas (Y). Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode
analisis korelasi berganda.
Dari pengujian yang telah dilakukan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) dan pasar mempunyai hubungan negative. Dengan nilai korelasi 1,000
pada variabel harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan -0,51 pada variabel pasar.
Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa apabila harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) mengalami kenaikan maka permintaan pasar akan mengalami penurunan
sehingga berpengaruh terhadap profitabilitas kerajinan bubut kayu di Blitar
Analisis Pembiayaan Mudharabah Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah
Bank syariah merupakan bank dengan prinsip bagi hasil yang
menyediakan pembiayaan diantaranya adalah pembiayaan mudharabah dimana
pembiayaan mudharabah merupakan salah satu instrumen pengganti bunga akan
tetapi pada kenyataannya pembiayaan ini kurang diminati dibandingkan dengan
pembiayaan murabahah dimana ini sebenarnya menunjukkan sikap avers to risk.
Meskipun pembiayaan mudharabah masih kecil diminati dibandingkan dengan
pembiayaan lain, namun pembiayaan mudharabah dibank BTN syariah terus
mengalami peningkatan hal ini dapat dilihat dari tahun 2007 5.29% dan tahun
2008 meningkat menjadi 7.47%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
pelaksanaan pembiayaan mudharabah, kendala dan solusi serta sistem bagi hasil
pembiayaan mudharabah pada PT. BTN (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah
Malang.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Dari data yang diperoleh melalui metode observasi, interview dan
dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah data yang diperoleh, dikumpulkan,
diolah, dianalisis kemudian disesuaikan antara konsep dengan aplikasi
pembiayaan mudharabah di PT. BTN (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah
Malang, penafsiran dan pengulasan kembali kemudian ditarik suatu kesimpulan
dan memberikan saran-saran.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan pembiayaan
mudharabah pada PT. BTN (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah Malang telah
memiliki prosedur yang sistematis dan tertulis dengan menggunakan analisa
5C+1S dan pembiayaan mudharabah disalurkan pada jenis usaha produktif.
Kendala dalm pemberian pembiyaan yaitu: tingkat persaingan margin yang
ditawarkan, kurangnya tenaga SDM, IT yang masih belum sesui dengan standar
dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap produk-produk pembiayaan
syariah yang ditawarkan oleh PT. BTN (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah
Malang. Adapun solusi dari pemberian pembiyaan mudharabah adalah margin
atau bagi hasil harus lebih kompetitif, menambah tenaga SDM dan IT sesuai
dengan standar dan benar-benar bekualitas khusus untuk menganalisa pembiyaan
mudharabah diinstansi atau koperasi. Sedangkan untuk perhitungan dan penetapan
nisbah bagi hasil pertahunnya telah ditetapkan sesuai ketetapan dari kantor pusat
yaitu dengan menggunakan metode revenue sharing (bagi hasil).
menyediakan pembiayaan diantaranya adalah pembiayaan mudharabah dimana
pembiayaan mudharabah merupakan salah satu instrumen pengganti bunga akan
tetapi pada kenyataannya pembiayaan ini kurang diminati dibandingkan dengan
pembiayaan murabahah dimana ini sebenarnya menunjukkan sikap avers to risk.
Meskipun pembiayaan mudharabah masih kecil diminati dibandingkan dengan
pembiayaan lain, namun pembiayaan mudharabah dibank BTN syariah terus
mengalami peningkatan hal ini dapat dilihat dari tahun 2007 5.29% dan tahun
2008 meningkat menjadi 7.47%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
pelaksanaan pembiayaan mudharabah, kendala dan solusi serta sistem bagi hasil
pembiayaan mudharabah pada PT. BTN (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah
Malang.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Dari data yang diperoleh melalui metode observasi, interview dan
dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah data yang diperoleh, dikumpulkan,
diolah, dianalisis kemudian disesuaikan antara konsep dengan aplikasi
pembiayaan mudharabah di PT. BTN (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah
Malang, penafsiran dan pengulasan kembali kemudian ditarik suatu kesimpulan
dan memberikan saran-saran.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan pembiayaan
mudharabah pada PT. BTN (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah Malang telah
memiliki prosedur yang sistematis dan tertulis dengan menggunakan analisa
5C+1S dan pembiayaan mudharabah disalurkan pada jenis usaha produktif.
Kendala dalm pemberian pembiyaan yaitu: tingkat persaingan margin yang
ditawarkan, kurangnya tenaga SDM, IT yang masih belum sesui dengan standar
dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap produk-produk pembiayaan
syariah yang ditawarkan oleh PT. BTN (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah
Malang. Adapun solusi dari pemberian pembiyaan mudharabah adalah margin
atau bagi hasil harus lebih kompetitif, menambah tenaga SDM dan IT sesuai
dengan standar dan benar-benar bekualitas khusus untuk menganalisa pembiyaan
mudharabah diinstansi atau koperasi. Sedangkan untuk perhitungan dan penetapan
nisbah bagi hasil pertahunnya telah ditetapkan sesuai ketetapan dari kantor pusat
yaitu dengan menggunakan metode revenue sharing (bagi hasil).
Analisis Penerapan Strategi Pemasaran Pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo
Persaingan dibidang industrti Rumah Makan semakin ketat. Rumah Makan
Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang dituntut untuk menerapkan strategi
pemasaran yang tepat untuk memenangkan persaingan di industri rumah makan.
Sejak dua tahun terakhir ini kecenderungan pasar dan konsumen mulai berubah,
pasar dan konsumen menjadi lebih sensitif terhadap kualitas dan variasi produk
serta pelayanan konsumen. Dengan adanya fenomena tersebut mengarahkan
RMABWS Cabang Malang segera mengubah orientasinya dengan memposisikan
dirinya sebagai Rumah Makan dengan slogan halalan toyyiban guna menguasai
benak orang alias konsumen, melalui peningkatan sistem pelayanan dengan
delivery service.
Untuk memperoleh strategi pemasaran yang tepat bagi Rumah Makan
Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang, perlu dilakukan analisis peluang dan
ancaman Eksternal, serta kekuatan dan kelemahan internal, sehingga akan
didapatkan strategi SO, strategi WO, Strategi ST, dan strategi WT yang akan
dijadikan landasan dalam menerapkan strategi alternatif yang dapat dijalankan.
Penelitian ini menggunakan matriks SWOT dengan analisis IFAS dan EFAS,
diperoleh strategi alternatif yang dapat dijalankan oleh Rumah Makan Ayam
Bakar Wong Solo Cabang malang, strategi pemasaran tersebut antara lain : satu
strategi pengembangan pasar, dua strategi pengembangan produk, tiga strategi
penetrasi pasar.
Dari hasil analisis EFAS diperoleh nilai 2,6. Hal ini mengindikasikan
bahwa Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang terhadap
lingkungan eksternal adalah cukup baik. Nilai IFAS menunjukkan angka 3,1, hal
ini mengindikasikan bahwa sudah dapat memamfaatkan kekuatan dan sudah
mampu mengatasi kelemahan internal. Hasil perhitungan matriks QSPM adalah
strategi pengembangan pasar 6,9 srategi penetrasi pasar 7,425 dan pengembangan
produk memiliki nilai 7,375 jadi, strategi yang direkomendasikan kepada Rumah
Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang adalah strategi penetrasi pasar
Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang dituntut untuk menerapkan strategi
pemasaran yang tepat untuk memenangkan persaingan di industri rumah makan.
Sejak dua tahun terakhir ini kecenderungan pasar dan konsumen mulai berubah,
pasar dan konsumen menjadi lebih sensitif terhadap kualitas dan variasi produk
serta pelayanan konsumen. Dengan adanya fenomena tersebut mengarahkan
RMABWS Cabang Malang segera mengubah orientasinya dengan memposisikan
dirinya sebagai Rumah Makan dengan slogan halalan toyyiban guna menguasai
benak orang alias konsumen, melalui peningkatan sistem pelayanan dengan
delivery service.
Untuk memperoleh strategi pemasaran yang tepat bagi Rumah Makan
Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang, perlu dilakukan analisis peluang dan
ancaman Eksternal, serta kekuatan dan kelemahan internal, sehingga akan
didapatkan strategi SO, strategi WO, Strategi ST, dan strategi WT yang akan
dijadikan landasan dalam menerapkan strategi alternatif yang dapat dijalankan.
Penelitian ini menggunakan matriks SWOT dengan analisis IFAS dan EFAS,
diperoleh strategi alternatif yang dapat dijalankan oleh Rumah Makan Ayam
Bakar Wong Solo Cabang malang, strategi pemasaran tersebut antara lain : satu
strategi pengembangan pasar, dua strategi pengembangan produk, tiga strategi
penetrasi pasar.
Dari hasil analisis EFAS diperoleh nilai 2,6. Hal ini mengindikasikan
bahwa Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang terhadap
lingkungan eksternal adalah cukup baik. Nilai IFAS menunjukkan angka 3,1, hal
ini mengindikasikan bahwa sudah dapat memamfaatkan kekuatan dan sudah
mampu mengatasi kelemahan internal. Hasil perhitungan matriks QSPM adalah
strategi pengembangan pasar 6,9 srategi penetrasi pasar 7,425 dan pengembangan
produk memiliki nilai 7,375 jadi, strategi yang direkomendasikan kepada Rumah
Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang adalah strategi penetrasi pasar
Pengaruh Event Marketing Terhadap Volume Pengunjung Di Mall
Penelitian ini mempunyai tujuan yang pertama pengaruh Event Marketing
secara simultan dan yang kedua secara parsial dan yang ketiga variabel paling
dominan terhadap Volume Pengunjung di Mall Olympic Garden (MOG)
Dalam penelitian ini menggunakan data Primer dilakukan menggunakan
analisis regresi linier berganda dengan mempertimbangkan uji asumsi klasik Uji ,
validitas dan reabilitas, Uji Non-Heteroskedastisitas, Non-Multikolonieritas, Uji
Normalitas, Uji Simultan, Uji Parsial.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa
strategi event marketing yang dipakai oleh mall Olympic garden Secara simultan
atau bersama-sama acara-acara kebudayaan (X1), penerbitan dan publikasi (X2),
Eksibisi dan pameran (X3) berpengaruh terhadap jumlah pengunjung. sebesar
90,1%, sedangkan selebihnya sebesar 8,9% dipengaruhi variabel lain yang tidak
masuk dalam kajian penelitian ini, dengan F = 210,457 > dari F
4.98.
sedangkan signifikansi (0,000) < dari alpha pada taraf 5% atau 0,05. Secara
parsial atau bersama-sama acara-acara kebudayaan (X1), penerbitan dan publikasi
(X2), Eksibisi dan pameran (X3) berpengaruh terhadap jumlah pengunjung.
sebesar 90,1%, sedangkan selebihnya sebesar 8,9% dipengaruhi variabel lain
yang tidak masuk dalam kajian penelitian ini, dengan T hitung = 2,176 > T
=
1,995 sedangkan signifikansi (0,000) < dari alpha pada taraf 5% atau 0,05.
Variabel yang paling dominan dari ketiga setrategi yang dipakai oleh Mall
Olimpic Garden (MOG) terletak pada Acara-acara kebudayaan (X1) yaitu
memiliki kontribusi sebesar 20,61%. Event marketing yang dipakai oleh Mall
Olympic Garden (MOG) secara keseluruhan adalah kuat, tetapi mengingat
persaingan mall yang ada dikota malang sangat ketat seperti pemain lama dan
baru yang terus inovatif dan dinamis maka Mall Olympic Garden (MOG) sebagai
mall terbesar yang ada pada saat ini harus hati-hati dan terus meningkatkan
inovasi pemasarana terutama strategi setiap event yang digelar
secara simultan dan yang kedua secara parsial dan yang ketiga variabel paling
dominan terhadap Volume Pengunjung di Mall Olympic Garden (MOG)
Dalam penelitian ini menggunakan data Primer dilakukan menggunakan
analisis regresi linier berganda dengan mempertimbangkan uji asumsi klasik Uji ,
validitas dan reabilitas, Uji Non-Heteroskedastisitas, Non-Multikolonieritas, Uji
Normalitas, Uji Simultan, Uji Parsial.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa
strategi event marketing yang dipakai oleh mall Olympic garden Secara simultan
atau bersama-sama acara-acara kebudayaan (X1), penerbitan dan publikasi (X2),
Eksibisi dan pameran (X3) berpengaruh terhadap jumlah pengunjung. sebesar
90,1%, sedangkan selebihnya sebesar 8,9% dipengaruhi variabel lain yang tidak
masuk dalam kajian penelitian ini, dengan F = 210,457 > dari F
4.98.
sedangkan signifikansi (0,000) < dari alpha pada taraf 5% atau 0,05. Secara
parsial atau bersama-sama acara-acara kebudayaan (X1), penerbitan dan publikasi
(X2), Eksibisi dan pameran (X3) berpengaruh terhadap jumlah pengunjung.
sebesar 90,1%, sedangkan selebihnya sebesar 8,9% dipengaruhi variabel lain
yang tidak masuk dalam kajian penelitian ini, dengan T hitung = 2,176 > T
=
1,995 sedangkan signifikansi (0,000) < dari alpha pada taraf 5% atau 0,05.
Variabel yang paling dominan dari ketiga setrategi yang dipakai oleh Mall
Olimpic Garden (MOG) terletak pada Acara-acara kebudayaan (X1) yaitu
memiliki kontribusi sebesar 20,61%. Event marketing yang dipakai oleh Mall
Olympic Garden (MOG) secara keseluruhan adalah kuat, tetapi mengingat
persaingan mall yang ada dikota malang sangat ketat seperti pemain lama dan
baru yang terus inovatif dan dinamis maka Mall Olympic Garden (MOG) sebagai
mall terbesar yang ada pada saat ini harus hati-hati dan terus meningkatkan
inovasi pemasarana terutama strategi setiap event yang digelar
Pengaruh Penggunaan Celebrity Endorser Iklan Sabun Mandi Lux Terhadap Persepsi Konsumen Pada Ratu Supermarket
Kecantikan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan mahal bagi
seorang wanita. Keinginan wanita untuk tampil cantik ini dimanfaatkan oleh para
produsen untuk memproduksi berbagai macam kosmetika. Persaingan yang
terjadi dalam industri kosmetika semakin ketat. Oleh karena itulah setiap
perusahaan harus menggunakan strategi pemasaran yang tepat agar dapat
memenangkan persaingan, salah satunya adalah melalui periklanan. Perusahaan
harus memiliki cara kreatif dalam beriklan agar dapat menarik perhatian
konsumen dan menciptakan persepsi yang positif terhadap produk. Salah satu cara
kreatif dalam beriklan adalah dengan menggunakan celebrity endorser. Selebriti
akan memberikan manfaat kepada perusahaan karena selebriti memiliki
popularitas, bakat, daya tarik, dan kredibilitas. Dari keempat unsur tersebut, maka
kredibilitas adalah yang paling penting bagi konsumen. Kredibilitas selebriti
menggambarkan persepsi konsumen terhadap keahlian dan pengetahuan selebriti
mengenai produk yang diiklankan dan kepercayaan selebriti (kejujuran mengenai
produk yang diiklankan). Kredibilitas selebriti semakin diragukan ketika seorang
selebriti beriklan untuk banyak merek produk.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kuantitatif, Sedangkan
pendekatan yang digunakan adalah dengan pendekatan survey, yaitu penelitian
yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat
pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan terhadap 80 responden yang memebeli
sabun mandi Lux di Ratu Supermarket Malang. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sampling aksidental (berdasarkan
kebetulan). Tekinik analisis data yang digunakan yakini (1) uji validitas dan
reabilitas dari item-item kuesioner, (2) uji regresi linier berganda dan kemudian
dilakukan pengujian hipotesis yanki secara simultan (uji F), secara persial (uji t)
dan variabel yang dominan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan
kausal antara celebrity endorser dan persepsi konsumen sabun mandi Lux melalui
pengujian hipotesis.
Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh bahwa secara simultan variabel
celebrity endorser memiliki pengaruh terhadap persepsi konsumen sebesar
22,847. Dan jika dilihat dari Adjusted R Square yakni sebesar 58,6%, sedangkan
berdasarkan uji t (secara persial) komponen variabel celebrity endorser yang
mempengaruhi persepsi konsumen adalah kredibilitas, daya tarik dan kecocokan.
Dilihat dari koefisien regresi B maka dapat disimpulkan bahwa komponen
variabel celebrity endorser yang dominan mempengaruhi persepsi konsumen
adalah variabel daya tarik yakni sebesar 0,016.
seorang wanita. Keinginan wanita untuk tampil cantik ini dimanfaatkan oleh para
produsen untuk memproduksi berbagai macam kosmetika. Persaingan yang
terjadi dalam industri kosmetika semakin ketat. Oleh karena itulah setiap
perusahaan harus menggunakan strategi pemasaran yang tepat agar dapat
memenangkan persaingan, salah satunya adalah melalui periklanan. Perusahaan
harus memiliki cara kreatif dalam beriklan agar dapat menarik perhatian
konsumen dan menciptakan persepsi yang positif terhadap produk. Salah satu cara
kreatif dalam beriklan adalah dengan menggunakan celebrity endorser. Selebriti
akan memberikan manfaat kepada perusahaan karena selebriti memiliki
popularitas, bakat, daya tarik, dan kredibilitas. Dari keempat unsur tersebut, maka
kredibilitas adalah yang paling penting bagi konsumen. Kredibilitas selebriti
menggambarkan persepsi konsumen terhadap keahlian dan pengetahuan selebriti
mengenai produk yang diiklankan dan kepercayaan selebriti (kejujuran mengenai
produk yang diiklankan). Kredibilitas selebriti semakin diragukan ketika seorang
selebriti beriklan untuk banyak merek produk.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kuantitatif, Sedangkan
pendekatan yang digunakan adalah dengan pendekatan survey, yaitu penelitian
yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat
pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan terhadap 80 responden yang memebeli
sabun mandi Lux di Ratu Supermarket Malang. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sampling aksidental (berdasarkan
kebetulan). Tekinik analisis data yang digunakan yakini (1) uji validitas dan
reabilitas dari item-item kuesioner, (2) uji regresi linier berganda dan kemudian
dilakukan pengujian hipotesis yanki secara simultan (uji F), secara persial (uji t)
dan variabel yang dominan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan
kausal antara celebrity endorser dan persepsi konsumen sabun mandi Lux melalui
pengujian hipotesis.
Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh bahwa secara simultan variabel
celebrity endorser memiliki pengaruh terhadap persepsi konsumen sebesar
22,847. Dan jika dilihat dari Adjusted R Square yakni sebesar 58,6%, sedangkan
berdasarkan uji t (secara persial) komponen variabel celebrity endorser yang
mempengaruhi persepsi konsumen adalah kredibilitas, daya tarik dan kecocokan.
Dilihat dari koefisien regresi B maka dapat disimpulkan bahwa komponen
variabel celebrity endorser yang dominan mempengaruhi persepsi konsumen
adalah variabel daya tarik yakni sebesar 0,016.
Analisis Pengaruh Variabel EarningPer share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Dan Return On Assets (ROA) Terhadap Harga Saham (Studi Pada Saham Perusahaan Jasa Telekomunikasi Pemerintah Yang Go Public di BEI
Perusahaan Jasa Telekomunikasi adalah salah satu industri yang ikut
berperan serta dalam pasar modal. Perusahaan Jasa Telekomunikasi telah
memberikan sumbangan yang berarti dalam mendukung pembangunan ekonomi
dan kesejahteraan masyarakat luas. Dalam dunia pasar modal, kinerja
perusahaan dapat diapresiasikan dengan naik turunnya harga saham
perusahaan. Salah satu analisis yang digunakan untuk digunakan
memprediksi mengenai harga saham adalah analisis fundamental.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor telekomunikasi
yang terdaftar di BEI dari tahun 2004 – 2008, terdapat dua perusahaan yang
tergolong dalam sektor telekomunikasi Pemerintah yang go public di BEI, yaitu
Indosat Tbk. (ISAT) dan Telekomunikasai Indonesia Tbk. (TLKM). Dan sampel
yang digunakan purposive sampling. Variabel penelitian dalam penelitian ini
terdapat empat variabel yaitu: EPS (X1), PER (X2), dan ROA (X3) sebagai
variabel bebas dan harga saham (Y) sebagai variabel terikat. Data yang
diperoleh dalam penelitian menggunakan metode dokumentasi dan analisis
yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan
mempertimbangkan asumsi klasik yaitu multikoliniaritas,
hesteroskedastisitas, autokorelasi dan uji normalitas.
Dari hasil analisis secara simultan dengan level of significant 5% variabel
EPS, PER, dan ROA secara signifikan terhadap harga saham perusahaan jasa
telekomunikasi pemerintah. Variabel EPS, PER, dan ROA dalam penelitian
ini mampu menjelaskan perubahan harga saham Sebesar 89,2% dan sisanya
sebesar 10,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Secara parsial
dengan level of significant 5% variabel EPS dan PER mempengaruhi secara
signifikan terhadap harga saham perusahaan jasa telekomunikasi pemerintah.
Sedangkan ROA tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap harga saham
perusahaan jasa telekomunikasi pemerintah. Adapun variabel yang dominan
mempengaruhi harga saham adalah variabel EPS, hal ini ditunjukkan
koefisien determinasi secara parsial (r2) sebesar 83,36%
berperan serta dalam pasar modal. Perusahaan Jasa Telekomunikasi telah
memberikan sumbangan yang berarti dalam mendukung pembangunan ekonomi
dan kesejahteraan masyarakat luas. Dalam dunia pasar modal, kinerja
perusahaan dapat diapresiasikan dengan naik turunnya harga saham
perusahaan. Salah satu analisis yang digunakan untuk digunakan
memprediksi mengenai harga saham adalah analisis fundamental.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor telekomunikasi
yang terdaftar di BEI dari tahun 2004 – 2008, terdapat dua perusahaan yang
tergolong dalam sektor telekomunikasi Pemerintah yang go public di BEI, yaitu
Indosat Tbk. (ISAT) dan Telekomunikasai Indonesia Tbk. (TLKM). Dan sampel
yang digunakan purposive sampling. Variabel penelitian dalam penelitian ini
terdapat empat variabel yaitu: EPS (X1), PER (X2), dan ROA (X3) sebagai
variabel bebas dan harga saham (Y) sebagai variabel terikat. Data yang
diperoleh dalam penelitian menggunakan metode dokumentasi dan analisis
yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan
mempertimbangkan asumsi klasik yaitu multikoliniaritas,
hesteroskedastisitas, autokorelasi dan uji normalitas.
Dari hasil analisis secara simultan dengan level of significant 5% variabel
EPS, PER, dan ROA secara signifikan terhadap harga saham perusahaan jasa
telekomunikasi pemerintah. Variabel EPS, PER, dan ROA dalam penelitian
ini mampu menjelaskan perubahan harga saham Sebesar 89,2% dan sisanya
sebesar 10,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Secara parsial
dengan level of significant 5% variabel EPS dan PER mempengaruhi secara
signifikan terhadap harga saham perusahaan jasa telekomunikasi pemerintah.
Sedangkan ROA tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap harga saham
perusahaan jasa telekomunikasi pemerintah. Adapun variabel yang dominan
mempengaruhi harga saham adalah variabel EPS, hal ini ditunjukkan
koefisien determinasi secara parsial (r2) sebesar 83,36%
Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian Notebook Acer Di Acer
Notebook merek Acer merupakan notebook yang mempunyai ekuitas
merek yang baik. Ini dibuktikan dengan penguasaan Acer hampir 43,2% pada
pasar notebook di indonesia. Dari dasar kenyataan yang ada di pasar, penelitian
ini mempunyai tujuan mengetahui seberapa besar ekuitas merek menurut persepsi
konsumen. Dan untuk lokasi penelitianya dilaksanakan di Acer Point JL. JA
Suprapto 40 B4 Malang.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey
jumlah sampel 100 dari 20 item yang ada dengan menggunakan metode Maholtra
yakni setiap item bisa diwakili 4-5 responden dan ini sudah dikatakan valid. Pada
penelitian ini variabel bebasnya terdiri kesadaran merek, asosiasi merek, kesan
kualitas, loyalitas merek, persepsi nilai. Sedangkan variabel terikatnya keputusan
pembelian konsumen. Pengujian instrument menggunakan uji validitas reliabelitas
dan uji asumsi klasik. Sedangkan metode analisis data menggunakan regesi linier
berganda dengan uji F dan uji t.
Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel bebas X berpengaruh
signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Seperti hasil dari perhitungan
uji f bahwa F hitung (7,925) > dari F table (2,45) sedangkan signifikansi (0,000)
< dari alpha pada taraf 5% atau 0,05. Sehingga Ha diterima dan Ho ditolak.
Sedangkan Koefisien determinan (Adjusted R Square) sebesar 0,259 atau 25,9%,
maka pengaruh variabel X secara serentak terhadap variabel Y sebesar 25,9%.
sedangkan uji t di ketahui variable X1 . p = 0,037 < 0,05, X2 p = 0,031 < 0,05,
dan X 5 p = 0,044 < 0,05, maka dikatakan ketiga variabel ini berpengaruh
signifikan terhadap variabel Y (terikat). sedangkan variabel X3 p = 0,545 > 0,05
dan X4 p = 0,933 > 0,05, dikatakan tidak berpengaruh signifikan terhadap
variabel Y (terikat)
merek yang baik. Ini dibuktikan dengan penguasaan Acer hampir 43,2% pada
pasar notebook di indonesia. Dari dasar kenyataan yang ada di pasar, penelitian
ini mempunyai tujuan mengetahui seberapa besar ekuitas merek menurut persepsi
konsumen. Dan untuk lokasi penelitianya dilaksanakan di Acer Point JL. JA
Suprapto 40 B4 Malang.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey
jumlah sampel 100 dari 20 item yang ada dengan menggunakan metode Maholtra
yakni setiap item bisa diwakili 4-5 responden dan ini sudah dikatakan valid. Pada
penelitian ini variabel bebasnya terdiri kesadaran merek, asosiasi merek, kesan
kualitas, loyalitas merek, persepsi nilai. Sedangkan variabel terikatnya keputusan
pembelian konsumen. Pengujian instrument menggunakan uji validitas reliabelitas
dan uji asumsi klasik. Sedangkan metode analisis data menggunakan regesi linier
berganda dengan uji F dan uji t.
Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel bebas X berpengaruh
signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Seperti hasil dari perhitungan
uji f bahwa F hitung (7,925) > dari F table (2,45) sedangkan signifikansi (0,000)
< dari alpha pada taraf 5% atau 0,05. Sehingga Ha diterima dan Ho ditolak.
Sedangkan Koefisien determinan (Adjusted R Square) sebesar 0,259 atau 25,9%,
maka pengaruh variabel X secara serentak terhadap variabel Y sebesar 25,9%.
sedangkan uji t di ketahui variable X1 . p = 0,037 < 0,05, X2 p = 0,031 < 0,05,
dan X 5 p = 0,044 < 0,05, maka dikatakan ketiga variabel ini berpengaruh
signifikan terhadap variabel Y (terikat). sedangkan variabel X3 p = 0,545 > 0,05
dan X4 p = 0,933 > 0,05, dikatakan tidak berpengaruh signifikan terhadap
variabel Y (terikat)